Minggu, 24 Agustus 2008

Anjloknya harga TBS sangat berpengaruh terhadap petani sawit

Tidak dapat disangkal lagi bahwa anjloknya harga TBS sangatlah berpengaruh terhadap petani sawit. Bagaimana tidak dari beberapa pengamatan kami petani sangat mengeluh atas anjloknya harga tersebut apalagi mata pencarian merekah tidak ada lagi selain dari hasil menjual TBS. Harga yang anjlok hingga Rp. 250 / kg tersebut membuat petani tidak bisa memanen sawit mereka karena setelah di hitung maka merekah akan rugi setelah dipotong upah panen dan biaya pengangkutannya, apalagi kalau dihitung sama biaya perawatan yang sangat tinggi dengan meroketnya harga barang pertanian seperti pupuk dan racun dipasaran. Lebih parah lagi, tidak sedikit dari merekah yang mempunyai hutang seperti kredit motor bahkan ada yang kredit mobil yang semua pembayarannya bergantung pada hasil penjualan TBS.

Sekarang pertanyaannya, kapankah harga tersebut akan kembali normal sementara jatuh tempo hutang-hutang merekah tidak bisa menunggu dan keperluan hidup sehari-hari merekah harus tetap jalan. Kepada siapa merekah harus minta tolong untuk mendongkrak harga tersebut, merekah hanya bingung menunggu dan menuggu.